Pada tahun 2004, jumlah angkapengangguran terbuka
di Indonesia, tercatat sebanyak 9,90%, dari sekitar 100 jutaangkatan kerja yang ada. Untuk tahun 2005 mengalami kenaikan yang sangatsignifikan sebesar
1,34%.Banyak
factor yang mengakibatkan munculnya masalah pengangguran ini. Salah satu faktor yang
paling menentukan adalah ketidak mampuan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menyerap
tenaga kerja secara signifikan. Akibat dari banyak
penduduk yang menganggur berimplikasi langsung pada munculnya masalah yang
lebih kompleks, yaitu kemiskinan, yang antara lain ditandai oleh jumlah
penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dan penduduk yang rentan untuk jatuh ke bawah garis
kemiskinan.
AnalisisMenurut data BPS
(Badan Pusat Statistik), pada tahun 2004, jumlah angkapengangguran terbuka
di Indonesia, tercatat sebanyak 9,90%, dari sekitar 100 jutaangkatan kerja yang ada. Untuk tahun 2005 mengalami kenaikan yang sangatsignifikan sebesar
1,34%.Banyak
factor yang mengakibatkan munculnya masalah pengangguran ini. Salah satu faktor yang
paling menentukan adalah ketidak mampuan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menyerap
tenaga kerja secara signifikan. Akibat dari banyak
penduduk yang menganggur berimplikasi langsung pada munculnya masalah yang
lebih kompleks, yaitu kemiskinan, yang antara lain ditandai oleh jumlah
penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dan penduduk yang rentan untuk jatuh ke bawah garis
kemiskinan.

AnalisisMenurut data BPS
(Badan Pusat Statistik), pada tahun 2004, jumlah angkapengangguran terbuka
di Indonesia, tercatat sebanyak 9,90%, dari sekitar 100 jutaangkatan kerja yang ada. Untuk tahun 2005 mengalami kenaikan yang sangatsignifikan sebesar
1,34%.Banyak
factor yang mengakibatkan munculnya masalah pengangguran ini. Salah satu faktor yang
paling menentukan adalah ketidak mampuan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menyerap
tenaga kerja secara signifikan. Akibat dari banyak
penduduk yang menganggur berimplikasi langsung pada munculnya masalah yang
lebih kompleks, yaitu kemiskinan, yang antara lain ditandai oleh jumlah
penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dan penduduk yang rentan untuk jatuh ke bawah garis
kemiskinan.