Materi
Sistem input-proses-output
· Sistem, fungsi, dan struktur
masukan
· Teknik input-output
· Perangkat pemroses
· Sistem, fungsi, dan struktur
keluaran
· Modul Input Output (I/O)
terprogram ( PPI )
INPUT
DAN OUTPUT
Sistem komputer memiliki tiga komponen
utama, yaitu : CPU, memori (primer dan sekunder), dan peralatan
masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor,
keyboard,mouse, dan modem. Modul I/O merupakan peralatan antarmuka (interface)
bagi sistem bus atau switch sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat
peripheral. Modul I/O tidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah
piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral
dan bus komputer.
Ada beberapa alasan kenapa piranti –
piranti tidak langsung dihubungkan dengan bus
sistem komputer, yaitu :
v Bervariasinya metode operasi
piranti peripheral, sehingga tidak praktis apabila system komputer herus menangani
berbagai macam sisem operasi piranti peripheral tersebut.
v Kecepatan transfer data
piranti peripheral umumnya lebih lambat dari pada laju transfer data pada CPU
maupun memori.
v Format data dan panjang data
pada piranti peripheral seringkali berbeda dengan CPU, sehingga perlu modul
untuk menselaraskannya.
Dari beberapa alasan diatas, modul I/O
memiliki dua buah fungsi utama, yaitu :
1.
Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori melalui bus
sistem.
2.
Sebagai piranti antarmuka dengan peralatan peripheral
lainnya dengan menggunakan link data tertentu.
A. Sistem Masukan dan Keluaran
Bagaimana modul I/O dapat menjalankan
tugasnya, yaitu menjembatani CPU dan memori dengan dunia luar merupakan hal
yang terpenting untuk kita ketahui. Inti mempelajari sistem I/O suatu komputer
adalah mengetahui fungsi dan struktur modul I/O.
1.
Fungsi Modul I/O
Modul I/O adalah suatu komponen dalam
sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar
atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat
luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register-register CPU. Dalam
mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan
memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan
fungsi-fungsi pengontrolan.
Fungsi dalam menjalankan tugas bagi modul
I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu:
v Kontrol dan pewaktuan.
v Komunikasi CPU.
v Komunikasi perangkat
eksternal.
v Pem-buffer-an data.
v Deteksi kesalahan.
Fungsi kontrol dan pewaktuan (control
& timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja
masing-masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan
satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer
komunikasi data yang beragam, baik dengan perangkat internal seperti
register-register, memori utama, memori sekunder, perangkat peripheral. Proses
tersebut bisa berjalan apabila ada fungsi kontrol dan pewaktuan yang mengatur
sistem secara keseluruhan. Contoh control pemindahan data dari peripheral ke
CPU melalui sebuah modul I/O dapat meliputi langkah-langkah berikut ini :
1.
Permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari CPU ke
modul I/O.
2.
Modul I/O memberi jawaban atas permintaan CPU.
3.
Apabila perangkat eksternal telah siap untuk transfer
data, maka CPU akan mengirimkan perintah ke modul I/O.
4.
Modul I/O akan menerima paket data dengan panjang tertentu
dari peripheral.
5.
Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan
sinkronisasi panjang data dan kecepatan transfer oleh modul I/O sehingga
paket-paket data dapat diterima CPU dengan baik.
Transfer data tidak akan lepas dari
penggunaan sistem bus, maka interaksi CPU dan modul I/O akan melibatkan kontrol
dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus atau lebih. Adapun fungsi komunikasi antara
CPU dan modul I/O meliputi proses-proses berikut :
v Command Decoding, yaitu modul I/O menerima perintah-perintah dari CPU yang
dikirimkan sebagai sinyal bagi bus kontrol. Misalnya, sebuah modul I/O untuk
disk dapat menerima perintah: Read sector, Scan record ID, Format disk.
v Data, pertukaran
data antara CPU dan modul I/O melalui bus data.
v Status Reporting, yaitu pelaporan kondisi status modul I/O maupun perangkat
peripheral, umumnya berupa status kondisi Busy atau Ready. Juga
status bermacam-macam kondisi kesalahan (error).
v Address Recognition, bahwa peralatan atau komponen penyusun komputer dapat dihubungi atau
dipanggil maka harus memiliki alamat yang unik, begitu pula pada perangkat
peripheral, sehingga setiap modul I/O harus mengetahui alamat peripheral yang
dikontrolnya.
Pada sisi modul I/O ke perangkat peripheral
juga terdapat komunikasi yang meliputi komunikasi data, kontrol maupun status
Fungsi selanjutnya adalah buffering.
Tujuan utama buffering adalah mendapatkan penyesuaian data sehubungan
perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengan kecepatan
pengolahan pada CPU. Umumnya laju transfer data dari perangkat peripheral lebih
lambat dari kecepatan CPU maupun media penyimpan.
Fungsi terakhir adalah deteksi kesalahan.
Apabila pada perangkat peripheral terdapat masalah sehingga proses tidak dapat
dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan kesalahan tersebut. Misal informasi
kesalahan pada peripheral printer seperti: kertas tergulung, pinta habis,
kertas habis, dan lain-lain. Teknik yang umum untuk deteksi kesalahan adalah
penggunaan bit paritas.
2.
Struktur Modul I/O
Terdapat berbagai macam modul I/O seiring
perkembangan komputer itu sendiri, contoh yang sederhana dan fleksibel adalah
Intel 8255A yang sering disebut PPI (Programmable Peripheral Interface).
Bagaimanapun kompleksitas suatu modul I/O, terdapat kemiripan struktur
Antarmuka modul I/O ke CPU melalui bus
sistem komputer terdapat tiga saluran, yaitu saluran data, saluran alamat dan
saluran kontrol. Bagian terpenting adalah blok logika I/O yang berhubungan
dengan semua peralatan antarmuka peripheral, terdapat fungsi pengaturan dan
switching pada blok ini.
B. Teknik Masukan/Keluaran
Terdapat tiga buah teknik dalam operasi
I/O, yaitu: I/O terprogram, interrupt-driven I/O, dan DMA (Direct
Memory Access). Ketiganya memiliki keunggulan maupun kelemahan, yang
penggunaannya disesuaikan sesuai unjuk kerja masing-masing teknik.
1.
I/O Terprogram
Pada I/O terprogram, data saling
dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang
memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data,
pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat. Kelemahan
teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul
I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya.
Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat melakukan interupsi kepada CPU terhadap
proses-proses yang diinterupsikan padanya. Seluruh proses merupakan tanggung
jawab CPU sampai operasi lengkap dilaksanakan. Untuk melaksanakan perintah –
perintah I/O, CPU akan mengeluarkan sebuah alamat bagi modul I/O dan perangkat
peripheralnya sehingga terspesifikasi secara khusus dan sebuah perintah I/O
yang akan dilakukan. Terdapat empat klasifikasi perintah I/O, yaitu:
1.
Perintah control.
Perintah ini digunkan untuk mengaktivasi
perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang diperintahkan padanya.
2.
Perintah test.
Perintah ini digunakan CPU untuk menguji
berbagai kondisi status modul I/O dan peripheralnya. CPU perlu mengetahui
perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif dan siap digunakan, juga untuk
mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan serta mendeteksi kesalahannya.
3.
Perintah read.
Perintah pada modul I/O untuk mengambil
suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer internal. Proses selanjutnya
paket data dikirim melalui bus data setelah terjadi sinkronisasi data maupun
kecepatan transfernya.
4.
Perintah write.
Perintah ini kebalikan dari read.
CPU memerintahkan modul I/O untuk mengambil data dari bus data untuk diberikan
pada perangkat peripheral tujuan data tersebut.
Dalam teknik I/O terprogram, terdapat dua
macam inplementasi perintah I/O yang tertuang dalam instruksi I/O, yaitu: memory-mapped
I/O dan isolated I/O.
Dalam memory-mapped I/O, terdapat
ruang tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I/O. CPU memperlakukan register
status dan register data modul I/O sebagai lokasi memori dan menggunakan
instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun perangkat I/O.
Konskuensinya adalah diperlukan saluran tunggal untuk pembacaan dan saluran
tunggal untuk penulisan. Keuntungan memory-mapped I/O adalah efisien
dalam pemrograman, namun memakan banyak ruang memori alamat.
Dalam teknik isolated I/O, dilakukan
pemisahan ruang pengalamatan bagi memori dan ruang pengalamatan bagi I/O.
Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi dengan saluran pembacaan dan
penulisan memori ditambah saluran perintah output. Keuntungan isolated I/O
adalah sedikitnya instruksi I/O.
2.
Interrupt – Driven I/O
Teknik interrupt – driven I/O memungkinkan
proses tidak membuang – buang waktu. Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah
I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O dijalankan modul I/O maka CPU akan
melakukan eksekusi perintah-perintah lainnya. Apabila modul I/O telah selesai
menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan melakukan interupsi pada CPU
bahwa tugasnya telah selesai.
Dalam teknik ini kendali perintah masih
menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah dari memori maupun
pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat selangkah kemajuan dari teknik
sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa perintah sekaligus
sehingga tidak ada waktu tunggu bagi CPU.
Cara kerja teknik interupsi di sisi modul
I/O adalah modul I/O menerima perintah, missal read. Kemudian modul I/O
melaksanakan perintah pembacaan dari peripheral dan meletakkan paket data ke
register data modul I/O, selanjutnya modul mengeluarkan sinyal interupsi ke CPU
melalui saluran kontrol. Kemudian modul menunggu datanya diminta CPU. Saat
permintaan terjadi, modul meletakkan data pada bus data dan modul siap menerima
perintah selanjutnya. Pengolahan interupsi saat perangkat
I/O telah menyelesaikan sebuah operasi I/O adalah sebagai berikut :
1.
Perangkat I/O akan mengirimkan sinyal interupsi ke CPU.
2.
CPU menyelesaikan operasi yang sedang dijalankannya
kemudian merespon interupsi.
3.
CPU memeriksa interupsi tersebut, kalau valid maka CPU akan
mengirimkan sinyal acknowledgment ke perangkat I/O untuk menghentikan
interupsinya.
4.
CPU mempersiapkan pengontrolan transfer ke routine
interupsi. Hal yang dilakukan adalah menyimpan informasi yang diperlukan untuk
melanjutkan operasi yang tadi dijalankan sebelum adanya interupsi. Informasi
yang diperlukan berupa:
§ Status prosesor, berisi
register yang dipanggil PSW (program status word).
§ Lokasi intruksi berikutnya yang akan dieksekusi.
Informasi
tersebut kemudian disimpan dalam stack pengontrol sistem.
5.
Kemudian CPU akan menyimpan PC (program counter)
eksekusi sebelum interupsi ke stack pengontrol bersama informasi PSW. Selanjutnya
mempersiapkan PC untuk penanganan interupsi.
6.
Selanjutnya CPU memproses interupsi sempai selesai.
7.
Apabila pengolahan interupsi selesai, CPU akan
memanggil kembali informasi yang telah disimpan pada stack pengontrol untuk
meneruskan operasi sebelum interupsi.
Terdapat bermacam teknik yang digunakan CPU
dalam menangani program interupsi ini, diantaranya :
Ø Multiple Interrupt Lines.
Ø Software poll.
Ø Daisy Chain.
Ø Arbitrasi bus.
Teknik yang paling sederhana adalah
menggunakan saluran interupsi berjumlah banyak (Multiple Interrupt Lines)
antara CPU dan modul-modul I/O. Namun tidak praktis untuk menggunakan sejumlah
saluran bus atau pin CPU ke seluruh saluran interupsi modul-modul I/O.
Alternatif lainnya adalah menggunakan software
poll. Prosesnya, apabila CPU mengetahui adanya sebuah interupsi, maka CPU
akan menuju ke routine layanan interupsi yang tugasnya melakukan poll seluruh
modul I/O untuk menentukan modul yang melakukan interupsi. Kerugian software
poll adalah memerlukan waktu yang lama karena harus mengidentifikasi
seluruh modul untuk mengetahui modul I/O yang melakukan interupsi.
Teknik yang lebih efisien adalah daisy
chain, yang menggunakan hardware poll. Seluruh modul I/O tersambung
dalam saluran interupsi CPU secara melingkar (chain). Apabila ada
permintaan interupsi, maka CPU akan menjalankan sinyal acknowledge yang
berjalan pada saluran interupsi sampai menjumpai modul I/O yang mengirimkan
interupsi.
Teknik berikutnya adalah arbitrasi bus.
Dalam metode ini, pertama – tama modul I/O memperoleh kontrol bus sebelum modul
ini menggunakan saluran permintaan interupsi. Dengan demikian hanya akan
terdapat sebuah modul I/O yang dapat melakukan interupsi.
Pengontrol Interrupt Intel 8259A
Intel mengeluarkan chips 8259A yang dikonfigurasikan
sebagai interrupt arbiter pada mikroprosesor Intel 8086. Intel 8259A
melakukan manajemen interupsi modul-modul I/O yang tersambung padanya. Chips
ini dapat diprogram untuk menentukan prioritas modul I/O yang lebih dulu
ditangani CPU apabila ada permintaan interupsi yang bersamaan. Gambar 6.4
menggambarkan pemakaian pengontrol interupsi 8259A. Berikut mode-mode interupsi
yang mungkin terjadi :
v Fully Nested: permintaan interupsi dengan prioritas mulai 0 (IR0) hingga 7(IR7).
v Rotating: bila sebuah modul telah dilayani interupsinya akan menempati
prioritas terendah.
v Special Mask: prioritas diprogram untuk modul I/O tertentu secara spesial.
Programmable Peripheral Interface Intel
8255A
Contoh modul I/O yang menggunakan I/O
terprogram dan interrupt driven I/O adalah Intel 8255A Programmable Peripheral
Interface (PPI). Intel 8255A dirancang untuk keperluan mikroprosesor 8086.
Gambar 6.5 menunjukkan blok diagram Intel 8255A dan pin layout-nya.
Bagian kanan dari blok diagram Intel 8255A
adalah 24 saluran antarmuka luar, terdiri atas 8 bit port A, 8 bit port B, 4
bit port CA dan 4 bit port CB. Saluran tersebut dapat deprogram dari
mikroprosesor 8086 dengan menggunakan register kontrol untuk menentukan
bermacam-macam mode operasi dan konfigurasinya. Bagian kiri blok diagram
merupakan interface internal dengan mikroprosesor 8086. Saluran ini terdiri
atas 8 bus data dua arah (D0-D7), bus alamat, dan bus kontrol yang terdiri atas
saluran CHIP SELECT, READ, WRITE, dan RESET.
Pengaturan mode operasi pada register
kontrol dilakukan oleh mikroprosesor., Pada Mode 0, ketiga port berfungsi
sebagai tiga port I/O 8 bit. Pada mode lain dapat port A dan port B sebagai
port I/O 8 bit, sedangkan port C sebagai pengontrol saluran port A dan B.
PPI Intel 8255A dapat diprogram untuk
mengontrol berbagai peripheral sederhana. Gambar 6.6 memperlihatkan contoh
penggunaan 8255A untuk modul I/O Keyboard dan display.
3.
Direct Memory Access (DMA)
Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O
terprogram dan Interrupt-Driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang
terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini
berimplikasi pada :
v Kelajuan transfer I/O yang
tergantung pada kecepatan operasi CPU.
v Kerja CPU terganggu karena
adanya interupsi secara langsung.
Bertolak dari kelemahan di atas, apalagi
untuk menangani transfer data bervolume besar dikembangkan teknik yang lebih
baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA).
Prinsip kerja DMA adalah CPU akan
mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses
untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan
demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi.
Blok diagram modul DMA
Dalam melaksanakan transfer data secara
mandiri, DMA memerlukan pengambil alihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA
akan menggunakan bus bila CPU tidak menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk
menghentikan sementara penggunaan bus. Teknik terakhir lebih umum digunakan,
sering disebut cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih siklus
bus. Penghentian sementara penggunaan bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan
hanyalah penghentian proses sesaat yang berimplikasi hanya pada kelambatan
eksekusi CPU saja. Terdapat tiga buah konfigurasi modul DMA seperti yang
terlihat pada gambar 6.8
Proses merupakan instruksi atau perintah yang dikerjakan oleh komputer untuk
menjalankan operasi data serta operasi aritmatik dan logika yang dilakukan pada
data. Pemrosesan data dalam sebuah perangkat komputer dikerjakan oleh CPU
(Central Processing Unit/ Unit Pengolah Pusat). Selama proses data, data
tersebut diubah bentuk, urutan, dan strukturnya sedemikian rupa sehingga
didapatkan hasil yang diinginkan. Hasil dari pemrosesan tersebut disimpan dalam
media penyimpanan data. CPU pada komputer mikro disebut dengan micro-processor
(pemroses mikro). Micro¬processor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit
terpadu (integrated circuit) sehingga tak heran kalau istilah processor
seringkali digunakan juga untuk menyebut CPU.
> CPU sebagai Alat Proses
Berdasarkan
pemahaman di atas, CPU adalah perangkat keras komputer yang memahami dan
melaksanakan instruksi dan data dari perangkat lunak. Jadi, CPU berperanan
sebagai pusat pengolahan data dan alat proses. CPU terdiri dari dua bagian
utama yaitu unit kendali (control unit) dan unit aritmatika logika (ALU).
Selain itu, sebagai alat proses, CPU mempunyai beberapa alat penyimpan yang
berukuran kecil yang disebut dengan register.
Unit kendali (control unit) berfungsi mengatur proses kerja komputer. Baik
proses kerja di dalam CPU sendiri maupun di dalam hubungannya dengan input dan
output device. Dengan adanya unit kendali, komputer akan bekerja secara benar
dan tepat. Bila ada kesalahan maka akan muncul pesan kesalahan (error message).
Tugas utama dari ALU (Arithmetic Logical Unit) adalah melakukan semua
perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi
program seperti tambahan, pengurangan, perkalian, dan semacamnya. Tugas lain
dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan
instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operasi dengan
menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan
fc), kurang dari (<), kurang atau sama dengan (), dan lebih besar atau sama
dengan
> Fungsi CPU
CPU atau Central Processing Unit merupakan bagian terpenting dalam sebuah
sistem komputer, dapat dikatakan bahwa CPU merupakan otak dari komputer itu
sendiri. Sebuah komputer paling canggih sekalipun tidak akan berarti tanpa
adanya CPU yang terpasang di dalamnya. Dalam kesehariannya CPU memiliki tugas
utama untuk mengolah data berdasarkan instruksi yang ia peroleh. CPU sendiri
sebenarnya masih terbagi atas beberapa komponen yang saling bekerja sama untuk
membentuk suatu unit pengolahan. Terdapat empat komponen utama penyusun CPU,
yaitu
1.Arithmetic and Logic Unit (ALU)
2.Control Unit
3.Registers
4.CPU Interconnections
>
Arithmetic and Logic Unit (ALU)
Arithmetic and Logic Unit atau sering disingkat ALU saja dalam bahasa Indonesia
kira-kira berarti Unit Logika dan Aritmatika. Bagian ini mempunyai tugas utama
untuk membentuk berbagai fungsi pengolahan data komputer. Sering juga disebut
sebagai bahasa mesin, karena terdiri dari berbagai instruksi yang menggunakan
bahasa mesin. ALU sendiri juga masih terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu
1.arithmetic unit (unit aritmatika), bertugas untuk menangani pengolahan data
yang berhubungan dengan perhitungan, dan
2.boolean logic unit (unit logika boolean), bertugas menangani berbagai operasi
logika.
>
Control Unit
Control Unit atau Unit Kendali, mempunyai tugas utama untuk mengendalikan
operasi dalam CPU dan juga mengontrol komputer secara keseluruhan untuk menciptakan
sebuah sinkronisasi kerja antar komponen dalam melakukan fungsinya
masing-masing. Di samping itu, control unit juga bertugas untuk mengambil
instruksi-instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.
>
Registers
Registers (jamak, dalam bahasa Indonesia menjadi register-register atau banyak
register) merupakan media penyimpanan internal CPU yang digunakan saat
pengolahan data. Registers merupakan media penyimpanan yang bersifat sementara,
artinya data hanya akan berada dalam registers saat data tersebut dibutuhkan
selama komputer masih hidup, ketika suatu data tidak diperlukan lagi maka ia
tidak berhak lagi berada di dalam registers, dan ketika komputer dimatikan maka
semua data yang berada di dalamnya akan hilang.
>
CPU Interconections
CPU Interconnections merupakan sistem koneksi dan bus yang menghubungkan
komponen internal CPU dengan bus-bus eksternal CPU.
Perangkat-perangkat
alat pemproses pada computer
a. Casing
Casing adalah kotak pembungkus perangkat keras (hardware) didalam CPU agar
terhindar dari kotoran dan sentuhan tangan.
b. Power supplay
Lower
supplay menyediakan arus listrik untuk berbagai peralatan CPU power supplay
mengkonversi listrik dan menyediakan aliran listrik tetap untuk digunakan
komputer. Kualitas power supplay menentukan kwalitas kinerja komputer. Daya
sebesar 300-400 wat yang disalurkan power supplay biasanya cukup bagi komputer
yang digunakan untuk pengetikan ataupun grafik. Sementara, daya 400-500 watt
dibutuhkan jika komputer bekerja menggunakan banyak menggunakan Periferal (
unit tambahan).
c. Motherboard
Motherboard
adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik yang saling terhubung
dan merupakan komponen utama dari sebuah komputer, karena semua komponen
komputer diletakkan dan disatukan.
Papan induk (motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen
elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat
dengan kata mobo.
Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC
yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC
IBM.
Macam-macam Slot pada motherboard
1. Soket intel
2. Slot AGP
3. Slot PCI
4. Slot ISA
5. Slot RAM
6. IBM PC
MOTHERBOARD:
1. Socket Processor : tempat untuk di letakannya processor tertentu yang
berfungsi untuk membaca dan menginterprestasikan intruksi,melakukan
eksekusi,dan menyimpan hasil-hasil dari memori.
2. Socket memory : tempat untuk menyimapn memory (SDRAM,DDR,DDR2) yang
berfungsi untuk menyimpan data yang masuk.
3. Chipset 1 : Untuk mengarahkan aliran data dan menentukan peranti apa yang di
dukung oleh personal komputer.
4. Socket power Supply : Untuk menghubungkan power supply dengan power supply
connector.
5. Socket floppy disk:menghubungkan kabel IDE connector dengan floppy disk.
6. Socket Hard Disk ; menghubungkan kabel IDE connector dengan hard disk.
7. Socket keyboard dan Mouse PS/2 : untuk menghubungkan kabel keyboard dan
mouse.
8. USB Port : untuk menghubungkan flashdisk,modem,keyboard dan mouse PS/2
dengan komputer.
9. printer Port :untuk menghubungkan kabel printer dengan komputer.
10. Slot AGP : Tempat untuk sebuah peralatan pendukung komputer seperti LAN
Card.
11. Slot PCI: Tempat untuk mendukung sebuah peripheral (Sound card,LAN card)
12. Slot ISA : tempatuntuk mendukung sebuah peripheral (soundcard)
13. Bios : Sebagai sarana komunikasi antara isitem operasi dengan hardware yang
terpasang pada motherboard.
14. Chipset 2 : Untuk mengarahkan aliran data dan menentukan peranti apa yang
di dukung oleh personal komputer tetapi kecepatannya lebih lambat dari pada
chipset 1.
d. Processor
Processor adalah perangkat keras komputer yang melaksanakan perintah dan data
dari perangkat lunak dan sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan
instruksi-instruk si pada computer dan merupakan otak dari komputer, karena
setiap pengolahan data dilakukan pada processor. Oleh karena itu diperlukan
processor yang cukup cepat untuk mengeksekusi program-program yang akan
digunakan. Banyak jenis processor pada saat ini seperti Intel Pentium 4
Prescott, Intel Pentium 4 Extreme Edition untuk kelas high end, Intel Celeron D
untuk pasar low end, dan Intel Core Duo untuk high-end performance.
Sedangkan pihak AMD telah mengeluarkan AMD Athlon FX dan AMD Athlon64 untuk
pasar high end dan AMD Sempron dan Sempron64 untuk pasar low end, dan Athlon X2
untuk high-end performance.
Macam-macam prosesor
1. prosesor intel
2.prosesor AMD
e. Memory
Memory
adalah alat yang berfungsi mengolah data dan intruksi serta menyimpan
informasi. Semakin besar kapasitas memory yang digunakan, semakin banyak data
maupun perintah yang dapat disimpan berikut ini beberapa tipe memory
berdasarkan urutan dari yang tercepat aksesnya hingga yang paling lambat.
1.
Register
2. Cache memory
3. Disk cache
4. Magnetic disk
5. Optikal disk
2.Random
Access Memory (RAM)
RAM adalah tempat penyimpanan data atau program untuk sementara selama
dibutuhkan. Data dalam RAM akan hilang dengan sendirinya apabila arus listrik
dimatikan.
f. VGA Card
VGA
( Virtual Graphic Adapter) Card adalah kartu elektronik yang berfungsi
menghubungkan motherboard dan monitor. Selain itu alat yang digunakan untuk
melakukan konversi data, agar dapat dilihat pada layar monitor. Semakin tinggi
kemampuan VGA, maka gambar yang dihasilkan akan semakin bagus. Merk – merk vga
yang banyak beredar antara lain NVIDIA dan ATI.
g. I/O Card
Input
/ Output Card ( I/O Card ) adalah sebuah kartu elektronik yang berfungsi
menghubungkan antara motherboard dengan unit masukan dan unit keluaran. I/O
Card juga berfungsi menghubungkan motherboard dan hard disk serta floppy disk
drive.
(http://pio-agus.blogspot.com/2014/08/sistem-input-proses-dan-output.html)