Kamis, 20 November 2014

PENGERTIAN ISA

Pengertian ISA
Set Instruksi (bahasa InggrisInstruction Set, atau Instruction Set Architecture (ISA)) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis registermode pengalamatanarsitektur memori, penanganan interupsieksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).
Karakteristik Intruksi Mesin
v   Operasi dari CPU ditentukan oleh instruksi-instruksi yang dilaksanakan atau dijalankannya. Instruksi ini sering disebut sebagai instruksi mesin (mechine instructions) atau instruksi komputer (computer instructions).
v   Kumpulan dari instruksi-instruksi yang berbeda yang dapat dijalankan oleh CPU disebut set Instruksi (Instruction Set).
Tipe-tipe Operand:
ž  * Addresses
* Numbers : - Integer or fixed point - Floating point - Decimal (BCD)
* Characters : - ASCII - EBCDIC
* Logical Data : Bila data berbentuk binary: 0 dan 1
ž  Operand suatu operasi dapat berada di salah satu dari ketiga daerah berikut ini :
ž  Memori utama atau memori virtual
ž  Register CPU
ž  Perangkat I/O
 Tipe-tipe Operasi:
ž  * Operation Code (opcode) : menentukan operasi yang akan dilaksanakan
ž  * Source Operand Reference : merupakan input bagi operasi yang akan dilaksanakan
ž  * Result Operand Reference : merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan
ž  * Next instruction Reference : memberitahu CPU untuk mengambil (fetch) instruksi berikutnya setelah instruksi yang dijalankan selesai. Source dan result operands dapat berupa salah satu diantara tiga jenis berikut ini:
ž  Main or Virtual Memory
ž  CPU Register
ž  I/O Device
  KESIMPULAN :
Jadi menurut saya , ISA akan berguna bagi programmer untuk berkomunikasi dalam bahasa mesin dan untuk mengendalikan computer dalam tingkat yang cukup lumayan sulit.
  Sumber:
ž  http://id.wikipedia.org/wiki/Set_instruksi
ž  http://bendoenganhankam.blogspot.com/2013/02/karakteristik-dan-fungsi-set-instruksi.html
ž  http://jovanangga.blogspot.com/2012/11/set-instruksi-dan-teknik-pengalamatan.html
ž  http://adi-lecture.blogspot.com/2013/02/set-instruksi-dan-pengalamatan.html

Rabu, 05 November 2014

Integer Arithmetic,integer representation And Floating Poin Representation

 ARITMATIKA INTEGER
Bagian ini akan membahas fungsi-fungsi aritmatik bilangan dalam representasi komplemen dua:
Negasi       
Pada notasi komplemen dua, pengurangan sebuah bilangan integer dapat dibentuk dengan menggunakan aturan berikut : Anggaplah komplemen Boolean seluruh bit bilangan integer (termasuk bit tanda)
Perlakukan hasilnya sebagai sebuah unsigned binary integer, tambahkan 1.
Misal : 18 = 00010010 (komplemen dua)
Representasi Integer Positif, Negatif Dan Bilangan 0
·         Bila sebuah bilangan integer positif dan negatif yang sama direpresentasikan (sign-magnitude), maka harus ada representasi bilangan positif dan negatif yang tidak sama.
·         Bila hanya terdapat sebuah representasi bilangan 0 (komplemen dua), maka harus ada representasi bilangan positifdan negatif yang tidak sama.
·         Pada kasus komplemen dua, terdapat representasi bilangan n-bit untuk -2n, tapi tidak terdapat untuk 2n.
Aturan Untuk Mendeteksi Overflow
1.        Aturan Overflow :
Bila dua buah bilangan ditambahkan, dan keduanya positif atau keduanya negatif, maka akan terjadi overflow bila dan hanya bila hasilnya memiliki tanda yang berlawanan, seperti pada contoh halaman 18 ((e),(f))
2.        Aturan Pengurangan :
Untuk mengurangkan sebuah bilangan (subtrahend) dari bilangan lainnya (minuend), anggaplah komplemen dua subtrahend dan tambahkan hasilnya ke minuend.
Pembulatan
Teknik pembulatan yang sesuai dengan standard IEEE adalah sebagai berikut :
1.        Pembulatan ke Bilangan Terdekat : Hasil dibulatkan ke bilangan terdekat yang dapat direpresentasi.
2.        Pembulatan Ke Arah : Hasil dibulatkan ke atas ke arah tak terhingga positif.
3.        Pembulatan Ke Arah : Hasil dibulatkan ke atas ke arah tak terhingga negatif.
4.        Pembulatan Ke Arah 0 : Hasil dibulatkan ke arah 0
II.    FLOATING POINT REPRESENTATION
Dalam komputasi floating point menjelaskan metode mewakili perkiraan dari sejumlah nyata dalam cara yang dapat mendukung berbagai nilai . Jumlahnya , secara umum , mewakili sekitar untuk tetap jumlah digit yang signifikan ( mantissa ) dan ditingkatkan menggunakan eksponen .
Dengan asumsi bahwa resolusi terbaik adalah di tahun cahaya , hanya 9 desimal yang paling signifikan digit materi , sedangkan sisanya 30 digit membawa suara murni , dan dengan demikian dapat dengan aman dijatuhkan. Ini merupakan penghematan dari 100 bit penyimpanan data komputer . Alih-alih dari 100 bit , jauh lebih sedikit digunakan untuk mewakili skala ( eksponen ) , misalnya 8 bit atau 2 digit desimal .
Istilah floating point mengacu pada fakta bahwa nomor itu radix point ( titik desimal , atau , lebih umum pada komputer , titik biner ) dapat “mengambang” , yang , dapat ditempatkan di manapun relatif terhadap angka yang signifikan dari nomor tersebut. Posisi ini diindikasikan sebagai komponen eksponen dalam representasi internal , dan floating point sehingga dapat dianggap sebagai realisasi komputer notasi ilmiah .
Selama bertahun-tahun , berbagai representasi floating-point telah digunakan dalam komputer . Namun, sejak tahun 1990 , representasi paling sering ditemui adalah bahwa didefinisikan oleh IEEE 754 standar .    Dalam notasi ilmiah , jumlah yang diberikan ditingkatkan oleh kekuatan 10 sehingga terletak dalam kisaran tertentu – biasanya antara 1 dan 10 , dengan titik radix muncul segera setelah angka pertama . The faktor skala , sebagai kekuatan sepuluh , kemudian ditunjukkan secara terpisah pada akhir nomor . Misalnya, periode revolusi bulan Jupiter Io adalah 152853.5047 detik , nilai yang akan diwakili dalam notasi ilmiah standar – bentuk sebagai 1,528535047 × 105 detik .
Representasi floating-point mirip dalam konsep notasi ilmiah . Logikanya , angka floating -point terdiri dari:
• Sebuah ditandatangani ( yang berarti positif atau negatif ) string yang digit panjang diberikan dalam dasar yang diberikan ( atau radix ) . String ini digit disebut sebagai significand , koefisien atau , lebih jarang , mantissa ( lihat di bawah ) . Panjang significand menentukan presisi yang nomor dapat diwakili. Radix Posisi titik diasumsikan untuk selalu berada di suatu tempat dalam significand – sering hanya setelah atau sebelum yang paling signifikan digit , atau di sebelah kanan paling kanan (paling signifikan ) digit . Artikel ini umumnya akan mengikuti konvensi bahwa titik radix hanya setelah paling signifikan ( paling kiri ) digit .
• Sebuah integer ditandatangani eksponen , juga disebut sebagai karakteristik atau skala , yang memodifikasi besarnya nomor .
Untuk memperoleh nilai dari angka floating-point , seseorang harus kalikan significand dengan dasar pangkat dari eksponen , setara dengan menggeser radix poin dari posisi tersirat oleh sejumlah tempat sama dengan nilai
eksponen – ke kanan jika eksponen positif atau ke kiri jika eksponen negatif.
Menggunakan basis- 10 ( notasi desimal akrab ) sebagai contoh , jumlah 152853,5047 , yang memiliki sepuluh angka desimal presisi , diwakili sebagai significand 1,528535047 bersama dengan eksponen 5 ( jika posisi tersirat dari radix point setelah pertama yang paling signifikan digit, di sini 1 ). Untuk menentukan nilai yang sebenarnya , titik desimal ditempatkan setelah digit pertama significand dan hasilnya dikalikan dengan 105 untuk memberikan 1,528535047 × 105 , atau 152853,5047. Dalam menyimpan nomor tersebut , dasar ( 10 ) tidak perlu disimpan , karena akan sama untuk seluruh kisaran angka didukung , dan dengan demikian dapat disimpulkan .
Secara simbolis , ini adalah nilai akhirdimana  adalah nilai significand            ( setelah memperhitungkan tersirat radix point) , B adalah dasar, dan E adalah eksponen.
ekuivalen : di mana s di sini berarti nilai integer dari seluruh significand , mengabaikan semua titik desimal tersirat , dan p adalah – presisi jumlah digit di significand tersebut .
Secara historis , beberapa pangkalan nomor telah digunakan untuk mewakili angka floating -point , dengan basis 2 ( biner ) yang paling umum, diikuti oleh basis 10 ( desimal ) , dan varietas yang kurang umum lainnya , seperti basis 16 ( notasi heksadesimal ) , sebagai serta beberapa yang eksotis seperti 3 (lihat Setun ) .
Angka floating-point adalah bilangan rasional karena mereka dapat direpresentasikan sebagai salah satu bilangan bulat dibagi dengan yang lain . Misalnya 1,45 × 103 adalah (145 /100) * 1000 atau 145000/100 . Dasar namun menentukan pecahan yang dapat diwakili . Misalnya , 1/ 5 tidak dapat diwakili tepat sebagai angka floating-point menggunakan basis biner tetapi dapat diwakili tepat menggunakan basis desimal ( 0,2 , atau 2 × 10-1. Namun 1/3 tidak dapat diwakili tepat oleh salah biner ( 0,010101 … ) atau desimal ( 0,333 ./ ) , tetapi dalam basis 3 itu adalah sepele ( 0,1 atau 1 × 3-1 ) .
Kesempatan di mana ekspansi terbatas terjadi tergantung pada dasar dan faktor utama, seperti yang dijelaskan dalam artikel tentang Notasi Positional, Cara di mana significand tersebut , eksponen dan tanda bit secara internal disimpan di komputer sangat tergantung dari implementasi .
Secara Umum format IEEE dijelaskan secara rinci nanti dan di tempat lain , tetapi sebagai contoh , dalam representasi ( 32 -bit ) floating-point presisi tunggal biner p = 24 dan seterusnya significand adalah string dari 24 bit . Misalnya , jumlah π pertama 33 bit adalah 11001001 00001111 11011010 10100010 0 . Mengingat bahwa bit -24 adalah nol , pembulatan sampai 24 bit dalam mode biner berarti menghubungkan bit -24 dengan nilai 25 yang menghasilkan 11.001.001 00.001.111 11.011.011 . Ketika ini disimpan menggunakan pengkodean IEEE 754 , ini menjadi significand dengan e = 1 (di mana s diasumsikan memiliki titik biner di sebelah kanan bit pertama ) setelah kiri penyesuaian ( atau normalisasi ) selama memimpin atau tertinggal nol terpotong harus ada apapun .
Integer Representation
Untuk menuliskan bilangan floating point (bilangan pecahan) dilakukan dengan menuliskan dalam bentuk exponensial. Sehingga bilangan tersebut memiliki bilangan dasar, bilangan pangkat, dan basis bilangan terebut. Contoh pada bil. Desimal:
-          675.000.000.000.000 ditulis 6,75 x 1014
-          0,00000000000675 ditulis 6,75 x 10-12
Meskipun secara matematis, dalam sistem bilangan biner bisa digunakan tanda minus dan radix point, di dalam komputer hanya ada bilangan 0 & 1 untuk merepresentasikan semua angka l, Contoh bilangan biner matematis:
-          - 1101.0101 = -13.3125

Integer Arithmetic
       
            Merupakan operasi aritmatika bilangan bulat (integer), dikarenakan ALU hanya bisa menangani kalkulasi biner bilangan bulat. Bagaimana pun juga ALU juga bisa mengkalkulasikan:
-          Bilangan pecahan (real)
-          Bentuk FPU (Floating Point Unit) terpisah
-          Co-processor dalam chip terpisah

Bilangan bulat (integer) terdiri dari:
– bilangan asli : 1, 2, 3, …
– bilangan nol : 0
– bilangan negatif : …, -3, -2, -1
Bilangan Bulat dinotasikan dengan : B = {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …}
Bilangan lain yang berada dalam bilangan bulat, di antaranya adalah bilangan:
a. Cacah : C = {0, 1, 2, 3, 4, …}
b. Ganjil : J = {1, 3, 5, 7, …}
c. Genap : G = {2, 4, 6, 8, …}
d. Cacah Kuadrat : K = {0, 1, 4, 9, …}
e. Prima : {2, 3, 5, 7, 11, …}

Floating-Point Representation
            Menyatakan suatu bilangan yang sangat besar/sangat kecil dengan menggeser titik desimal secara dinamis dan menggunakan eksponen 10 untuk menjaga desimal itu, sehingga range bilangan yang sangat besar/ sangat kecil itu hanya dalam beberapa digit saja. Bilangan Floating point memiliki bentuk umum :

± m be

b= radiks
m = mantissa
e = eksponen

Floating Point Aritmethic
       Sistem penempatan titik desimal dengan cara membagi kalimat menjadi dua bagian. Satu bagian berisi angka pecahan, sebagian lainnya merupakan eksponen dari sepuluh. Posisi efektif dari titik desimal akan berubah ketika eksponennya diubah. Sistem ini digunakan untuk menyatakan hasil perhitungan yang sangat besar atau sangat kecil. Operasi ini terdiri dari :
-          Penambahan
-          Pengurangan
-          Perkalian
-          Pembagian
a. Penjumlahan dan Pengurangan
       Langkah-langkah yang dilakukan untuk menambah/mengurangkan dua bilangan floating-point :
1.      Bandingkan dua bilangan, dan ubah ke bentuk yang sesuai pada bilangan dengan nilai exponensial lebih kecil.
2.      Lakukan operasi penjumlahan/pengurangan
3.      Lakukan normalisasi dengan menggeser nilai mantissa dan mengatur nilai exponensialnya.


                                      Skema penjumlahan/pengurangan Floating point

b. Perkalian
      Algoritma umum untuk perkalian dari bilangan floating-point terdiri dari tiga langkah:
1.      Hitung hasil exponensial dengan menjumlahkan nilai eksponen dari kedua bilangan
2.      Kalikan kedua bilangan mantissa
3.      Normalisasi hasil akhir


c. Pembagian
      Algoritma umum untuk pembagian dari bilangan floating-point terdiri dari tiga langkah:
1.      Hitung hasil exponensial dengan mengurangi nilai eksponen dari kedua bilangan
2.      Bagi kedua bilangan mantissa
3.      Normalisasi hasil akhir

Kesimpulan : Dalam Computer Arithmetic, ALU merupakan bagian dalam mikroprosesor berfungsi mengoperasikan berbagai operasi aritmatika dan operasi logika. Walaupun ALU hanya bisa menangani bilangan bulat (integer), tetapi ALU juga bisa mengkalkulasikan bilangan pecahan (real), dan FPU (Floating Point Unit) terpisah. Meskipun secara matematis, dalam sistem bilangan biner bisa digunakan tanda minus dan radix point, tetapi komputer hanya ada bilangan 0 dan 1 untuk melambangkan semua angka. 

http://mulianam292.wordpress.com/

PENGERTIAN KOMPUTER ARITHMETIC

      Arithmatic Logical Unit (ALU), adalah komponen dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi perhitungan aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari perhitungan di dalamALU di simpan ke dalam memori.
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement. ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori. Processor terdiri dari  4 elemen yang melakukan sistem operasi terhadap data, 4 elemen itu adalah instruksi, petunjuk instruksi, beberapa register dan ALU (Arithmetic Logic Unit). Adalah sebuah petunjuk instruksi akan memberi tahu processor dimana instruksi dari sebuah aplikasi diletakkan di memori.Penjelasan Cara processor melakukan tugas :Penunjuk instruksi mengarahkan fetch instruksi ke sebuah spot di memori yang menampung sebuah instruksi. Fetch kemudian membaca instruksi tersebut dan memberikannya ke dekoder instruksi, kemudian mengamati instruksi tersebut dan menentukan langkah selanjutnya untuk melengkapi instruksi tersebut. Kemudian ALUmengerjakan perintah yang diminta instruksi seperti : menambah data, membagi data, atau memanipulasi data yang ada. Setelah itu processor akan menerjemahkan dan mengerjakan instruksi, unit kontrol memberitahukan fetch instruksi untuk menangkap instruksi berikutnya di memori. Proses akan ini berlangsung terus menerus, dari satu instruksi ke instruksi berikutnya, dalam suatu langkah yang rumit, untuk menciptakan hasil yang diingikan dan dapat dilihat di monitor. Untuk meyakinkan semua itu berjalan dalam satu kesatuan waktu, bagian itu memerlukan suatu clock generator. Clock generator meregulasi setiap langkah yang dikerjakan processor. Seperti sebuah metronome, sebuah clock generator mengirim pulsa-pulsa elektrik untuk menentukan langkah yang harus dikerjakan processor. Pulsa tersebut diukur dalam jutaan langkah per detik, atau megahertz, yang dikenal sebagai ukuran kecepatan processor. Semakin banyak pulsa dibuat, semakin cepat kerja processor. Untuk meningkatkan kinerja komputer, pembuat chip processor menempatkan sebuahArithmetic Logic Unit (ALU) di dalam processor. Secara teoritis ini berarti pemrosesan dapat dilakukan dua kali lebih cepat dalam satu langkah. Sebagai tambahan multipleALU, kemudian diintegrasikan Floating Point Unit ke dalam processor. FPU ini menangani angka dari yang paling besar hingga yang paling kecil (yang memiliki banyak angka di belakang koma). Sementara FPU menangani kalkulasi semacam itu, ALU menjadi bebas untuk melakukan tugas lain dalam waktu yang bersamaan, untuk meningkatkan kinerja. Processor menambah kecepatan pemrosesan instruksi dengan melakukan pipelining instruksi, atau menjalankan instruksi secara paralel satu dengan yang lainnya. Eksekusi dari sebuah instruksi memerlukan langkah yang terpisah, contoh : fetching dan dekoding sebuah instruksi. Processor harus menyelesaikan sebuah instruksi secara keseluruhan sebelum melanjutkan ke instruksi berikutnya. Sekarang sirkuit yang berbeda menangani langkah yang terpisah tersebut. Begitu sebuah instruksi telah selesai dalam satu langkah untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya, transistor yang mengerjakan langkah pertama bebas untuk mengerjakan instruksi berikutnya, sehingga akan mempercepat kerja pemrosesan. Sebagai tambahan untuk meningkatkan kinerja processor adalah dengan memprediksi cabang-cabang instruksi, yaitu memperkirakan lompatan yang akan dilakukan sebuah program dapat dilakukan; eksekusi secara spekulatif, yaitu mengeksekusi cabang instruksi yang ada di dapat; dan penyelesaian tanpa mengikuti urutan, yakni kemampuan untuk menyelesaikan sebuah seri instruksi tidak berdasarkan urutan normal.1.    
A. Fungsi ALU
Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Tugas lalin dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi logika sesuai dengan instruksi program.
ALU ini merupakan Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas menghitung dan membandingkan. Angka-angka dikirim dari memori ke ALU untuk dikalkulasi dan kemudian dikirim kembali ke memori. Jika CPU diasumsikan sebagai otaknya komputer, maka ALU inilah yang berfikir untuk menjalankan perintah yang diberikan kepada CPU tersebut.
B. ADDER
Adder merupakan rangkain ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan. Karena adder digunakan untuk memproses operasi aritmatika, maka adder juga sering disebut rangkaian kombinasional aritmatika. Ada 3 jenis Adder, yaitu:

1. Rangkaian adder yang hanya menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.
2. Rangkaian adder yang hanya menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.
3. Rangkaian adder yang menjumlahkan banyak bit disebut Paralel Adder.

A. Half Adder
Rangkain half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3. Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cy (Carry Out) = 1.
Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cy).


Dari tabel diatas, terlihat bahwa nilai logika dari Sum sama dengan nilai logika dari gerbang XOR, sedangkan nilai logika Cy sama dengan gerbang logika AND. Dari tabel diatas, dapat dibuat rangkaian half adder.
B. Full Adder
Full adder adalah mengolah data penjumlahan 3 bit bilangan atau lebih (bit tidak terbatas), oleh karena itu dinamakan rangkaian penjumlah lengkap. Perhatikan tabel dibawah ini.


C. Paralel Adder
Paralel Adder adalah rangkaian Full Adder yang disusun secara paralel dan berfungsi untuk menjumlahkan bilangan biner berapa pun bitnya, tergantung jumlah Full Adder yang diparalelkan. Gambar dibawah ini menunjukan Paralel Adder yang terdiri dari 4 buah Full Adder yang disusun paralel sehingga membentuk sebuah penjumlahan 4 bit.
- 4-bit Adder

                - Basic 4-bit adder selalu mengkalkulasikan S = A + B + CIN

Tapi dengan mengubah apa yang masuk ke dalam input A, B, dan Cin, kita bisa mengubah output adder pada S.
- 8-bit Adder

- 32-bit Adder

            - 32-bit adder dibagi dalam 4 bagian.

http://baguszarfan.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/ALUhttp://id.scribd.com/doc/137705503/Pengertian-ALU

Kamis, 30 Oktober 2014

ORGANISASI UKM GRIYA NAFANS (Kantin & kost)

Teori Organisasi Umum #



Kelompok 1
No.
NPM
Nama
1
10113131
Ade Frian Riko Sihombing
2
10113424
Ahmad Hasyim Bin Smith
3
10113602
Aldi Prasetyo Laksono
4
12113063
Dea Ayu Lestari
5
12113409
Diaz Darmawan
6
12113469
Dimas Adi Nugroho
7
13113346
Fazrul El Mauludy
8
14113868
Krisna Sutiono
9
15113430
Melinda Alvionita S
10
15113926
Muhammad Fauzi Nurochman
11
16113008
Muhammad Irsyad
12
16113037
Muhammad Muqorrobin
13
16113572
Nuvrizal Dwijaya
14
16113633
Nur Syahri Ramdani
15
18113256
Sarah Dibah Fadli
16
19113006
Tryas Bayu Septiaji
17
19113470
Yogi Hasudungan



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Sedangkan Manajemen Organisasi adalah melaksanakan dan mengatur suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan.  Salah satu organisasi yang membutuhkan manajemen  organisasi adalah UKM ( Usaha Kecil Menengah ). Karena dalam hal ini UKM membutuhkan manajemen organisasi yang baik dalam menjalankan UKM itu sendiri.
UKM sendiri adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan berikut:

1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen organisasi UKM ?
2.      Bagaimana tata kerja pada sebuah UKM ?
3.      Bagaimana Usaha kost dan kantin Griya Nafans mengembangkan dan mengatasi kendala-kendala yang dihadapi ditengah persaingan ekonomi?

1.3 Tujuan
1.      Untuk memenuhi tugas SoftSkill.
2.      Untuk mengetahui lebih jauh tentang manajemen organisasi pada UKM.
3.      Untuk mengetahui tata kerja pada sebuah UKM.
4.      Untuk lebih memahami pengertian manajemen dalam sebuah organisasi.
  

BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Manajemen
Secara Etimologis, Manajemen adalah kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada kata yang mapan dan diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para ahli masih memiliki banyak perbedaan.
Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dalam hal ini manajemen dibedakan menjadi 3 bentuk karakteristik, diantaranya adalah :

   

Ditinjau dari segi fungsinya, manajemen memiliki 4 fungsi dasar manajemen yang menggambarkan proses manajemen, semuanya terangkum sebagai berikut :  
Perencanaan melibatkan urusan memilih tugas yang harus di lakukan untuk mempertahankan tujuan organisasi, menjelaskan bagaimana tugas harus dilaksanakan, dan memberi indikasi kapan harus dikerjakan.
Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer menegaskan secara jelas apa yang organisasi harus lakukan agar berhasil. Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dalam jangka waktu pendek dan juga jangan panjang.
Pengorganisasian
Pengorganisasian yakni memberi tugas sebagai hasil dari tahapan perencanaan, tugas tersebut di berikan kepada beragam individu atau grup didalam organisasi. Mengorganisir adalah untuk menciptakan mekanisme untuk menjalankan rencana.
Pengaruh
Pengaruh merupakan sebuah motivasi, kepemimpinan atau arah. Pengaruh dapat di definisikan sebagai bimbingan dari aktivitas dari anggota organisasi dalam arah yang dapat membantu organisasi lebih terarah untuk mencapai hasil atau target.
Pengendalian
Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer :  

  1. Mengumpulkan informasi untuk mengukur performa.  
  1. Membandingkan performa masa kini dengan sebelumnya.   
  1. Menentukan aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai parameter performa diharapakan.

Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).


·         Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan.  
·         Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi.  
·         Mendapatkan hasil dengan berkerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan sumber-sumber dimiliki si organisasi.

Perencanaan

Pengertian manajemen menurut para ahli :
1.      Menurut G.R. Terry :
2.      Menurut Hilman :
3.      Menurut Ricky W. Griffin :
4.      Menurut Drs. Oey Liang Lee :
5.      Menurut William H. Newman :
6.      Menurut Renville Siagian :

 7.      Menurut Prof. Eiji Ogawa :
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat
disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
8.      Menurut Federick Winslow Taylor :
9.      Menurut Henry Fayol :
10.  Lyndak F. Urwick :

2.2 Pengertian Organisasi
Sedangakan Organisasi secara etimologis berasal dari bahasa yunani yaitu organon yang berarti alat. Secara umum organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah yang bekerja sama untuk tujuan bersama. Dalam pengertian Organisasi adalah  tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, kerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (sumber daya seperti uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
           
2.3 Pengertian UKM
UKM sendiri adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Tata kerja organisasi dalam bisnis ini ada aturan atasan dan bawahan, dan manajemen tersendiri. Perekrutan karyawan dari daerah-daerah yang kurang memiliki pekerjaan, kemudian dibimbing dalam usaha mandarin. Gaji bulanan bersih, seluruh fasilitas makan ditanggung kantin, fasilitas tercukupi kantin, dan libur sehari dalam seminggu.
Pengertian Manajemen Organisasi UKM
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen Organisasi UKM adalah melaksanakan atau mengatur suatu kelompok orang dalam suatu wadah yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

2.4 Pengertian Tata Kerja
Tata Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Hubungan Manajemen dan Tata Kerja
Manajemen dan Tata Kerja merupakan faktor utama dalam tercapai nya target, seperti manajemen yang teroganisir dan tata kerja yang terencana dengan baik akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.

2.5 Contoh UKM
Kost & Kantin Griya Nafans
Kost Griya Nafans berdiri sejak Oktober 2004, karena akan pensiun maka pemilik memutuskan untuk mebuka usaha ini guna untuk melanjutkan pemenuhan kebutuhan keluarga. Karena usaha ini menjanjikan, akhirnya Kost & Kantin Griya Nafans ini membuka cabang di sekitar UI.
Motivasi pemilik membuka usaha ini yaitu membantu mahasiswa yang kesulitan dalam kebutuhan tempat tinggal dan makan sehari-hari. Motivasi pemilik yakni pelayanan tempat tinggal yang bersih dan masakan yang bisa bersaing,  dan dengan adanya fasilitas internet yang bekerja sama dengan telkomsel atau wifi.id guna memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mengerjakan tugas sehingga lebih efektif dan efisien.
Kendala yang dihadapi sebagai pengusaha kantin, yakni kemampuan ekonomi mahasiswa yang terbatas, sehingga banyak yang berhutang, hal ini menyebabkan harga pokok yang tidak stabil sehingga menyulitkan mahasiswa dan pelayan kantin. Harapan pemilik kost dan kantin kedepannya adalah bisa melayani mahasiswa dengan baik dan usahanya bisa lebih meningkat dan berkembang. dalam bisnis ini tidak ada manajemen organisasinya, karena dikelola oleh pihak keluarga pemilik. Contohnya dikelola oleh keluarga pelanggan seperti keluarga.
  
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
            UKM mempunyai peran yang strategis didalam pembangunan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Maka dari itu pemilik selain berupaya membuat kosan dan kantin untuk membantu pemilik yang akan pensiun dan sebagai Investasi masa tuanya , pemilik juga membantu masyarakat dalam mengurangi pengangguran dan peningkatan SDM dengan cara merekrut karyawan dari daerah-daerah miskin. Serta membantu golongan mahasiswa-mahasiswi untuk memenuhi kebutuhan Pangan dan Papan

SARAN
            Dalam suasanan persaingan yang semakin kompetitif , keberadaan UKM dituntut untuk dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Maka dari itu pelayanan , fasilitas , kenyamanan , keamanan dan kebersihan harus terus ditingkatkan agar konsumen dapat merasa puas , dan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam memenuhi suatu tujuan promosi UKM
  
DAFTAR PUSTAKA


1.      http://mobelos.blogspot.com/2013/12/pengertian-manajemen-definisi-manajemen.html
2.      http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah
3.      http://julian-arief.blogspot.com/2011/09/pengertian-manajemen-organisasi_25.html
4.      http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
http://bangbiw.com/pengertian-